Obat Kanker Serviks, Penyebab dan Pencegahannya

Obat kanker serviks saat ini telah ada dengan beragam  bentuk terapinya. Kanker servis merupakan salah satu ancaman untuk semua perempuan. Keganasannya berakibat kematian pada penderitanya.

Penyebab Penyakit Kanker Serviks

Penyakit kanker serviks  menyerang di sekitar leher rahim perempuan. Penyebab penyakit ini adalah virus Human Papillomavirus (HPV). Penyakit ini menyerang perempuan tanpa memandang umur. Tetapi mayoritas menyerang perempuan yang aktif secara seksual di usia 30-45 tahun. Gejala yang paling umum terjadi dari penyakit ini adalah timbulnya pendarahan pada vagina setelah melakukan hubungan seks. Pendarahan terjadi tidak dalam masa menstruasi atau juga bukan setelah menopause. 

Obat Kanker Serviks


Virus HPV merupakan salah satu jenis virus penyebab kutil di berbagai area tubuh, seperti di tangan, alat kelamin, dan kaki. Meski ada yang tergolong tak berbahaya, tapi ada jenis HPV yang berbahaya dan menjadi penyebab penyakit kanker serviks, yaitu jenis HPV 18 dan 16. Vaksin HPV merupakan salah satu obat kanker serviks. Semua perempuan memiliki sistem kekebalan dalam tubuh mereka. Meski demikian, virus HPV tetap dapat hidup dalam mulut rahim perempuan tanpa menimbulkan gejala pada awalnya. Akibatnya, sel dalam leher rahim berubah menjadi sel kanker. Pada awal timbulnya penyakit ini, memang tanpa gejala. Karena hal itulah, banyak perempuan tidak menyadari bila telah terserang kanker yang menakutkan ini. Kanker serviks juga bersifat genetik.

Pengobatan Dan Pencegahan Kanker Serviks

Obat kanker serviks sejauh ini tergantung juga pada tingkat keparahan. Lazimnya dilakukan operasi pengangkatan mulut rahim dari rahim. Tetapi bila penyebaran sudah lebih lanjut, rahim pun diangkat melalui operasi. Proses ini dinamakan histerektomi. Pengobatan kanker serviks dengan cara lain adalah dengan radioterapi. Model terapi obat kanker serviks ini masih dimungkinkan jika masih pada tahap awal. Sedangkan metode kemoterapi dan radioterapi merupakan metode gabungan jika penyakit sudah masuk pada tahap lebih lanjut.  Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti : gunakan kondom saat berhubungan seks. Penggunaan kondom sebenarnya juga tidak menjamin bahwa perempuan bisa terhindar dari penyakit kanker serviks. 


Hindari juga berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Saat ini telah ada vaksin pencegah infeksi HPV, yaitu  jenis bivalen untuk HPV 16 dan 18 atau vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18. Selain vaksin, adapula deteksi leher rahim melalui screening yang umum disebut dengan nama pap smear. Metode pendeteksian ini digunakan untuk mendeteksi sel-sel yang berubah menjadi sel kanker dalam mulut rahim. Deteksi pada tahap awal berguna untuk mencegah penyakit kanker serviks.
Previous
Next Post »