Ancaman Kanker Mulut Rahim

Kanker mulut rahim hingga saat ini masih menjadi pembunuh nomer dua untuk perempuan setelah kanker payudara.  Hingga saat ini, penyebab utamanya adalah virus Human Papillomavirus (HPV).

Berkembangnya Virus HPV

Pintu masuk bagi berkembangnya virus tersebut terutama melalui hubungan seks. Sangat rentan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seks sebelum berusia 18 tahun terjangkiti virus HPV. Pada usia itu, fungsi alat reproduksi belum matang dan hal ini memungkinkan virus HPV berkembang. Bergonta ganti pasangan seks juga menjadi pintu masuk bagi berkembangnya virus penyebab kutil ini. 
Kanker Mulut Rahim


Laki-laki dengan gaya hidup seks bebas kerap dianggap sebagai pembawa virus ini. Perempuan yang sering melahirkan, memiliki anak lebih dari lima orang juga rentan terjangkit virus HPV, karena trauma pada mulut rahim berlangsung berulang-ulang. Bila sering mengalami keputihan dan tidak diobati, juga menderita penyakit kelamin, hal-hal semacam ini juga menjadi faktor penyebab berkembangnya virus HPV. Sebagai faktor alamiah penyebab penyakit ini adalah usia yang menua. Pada  usia 40 tahun perempuan rentan terjangkit penyakit kanker mulut rahim.  

Gejala, Pencegahan Dan Pengobatan Kanker Mulut Rahim

Banyak perempuan tidak menyadari saat virus HPV berkembang. Gejala kanker mulut rahim  memang tak mencolok. Tidak ada gejala yang khas. Maka waspadalah bagi perempuan bila sering kali mengalami keputihan yang berbau, menimbulkan gatal dan berbau, segeralah untuk diatasi. Pada tahap lanjut, penyakit kanker  mulut rahim telah menunjukkan tanda seperti terjadi pendarahan setelah melakukan hubungan seks, keputihan yang terus menerus dan cenderung abnormal, terjadi pendarahan meski telah mengalami menopause yang sering kali disertai cairan yang berbau dan sudah bercampur dengan darah. 


Pada tahapan ini, gejala kanker mulut rahim tampak mencolok dan biasanya perempuan baru menyadari setelah gejala ini tampak. Pada pengobatan penyakit kanker mulut rahim, ada metode kemoterapi, operasi pengangkatan, juga radio terapi. Ada metode yang disebut dengan cone biopsy sebagai sebuah terapi bila penderita kanker mulut rahim masih ingin memiliki anak. Selain melalui cara medis, dianjurkan pula untuk melakukan terapi herbal, seperti menggunakan daun sirsak, kulit manggis, keladi putih, kunyit putih, tapak dara, daun belimbing. Ada pula vaksin HPV yang diperuntukkan untuk perempuan berusia 10-55 tahun, juga pap smear sebagai upaya pencegahan penyakit kanker mulut rahim.  
Previous
Next Post »