Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya

Kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang menyerang pada bagian hidung, terutama pada sisi bagian belakang rongga hidung dan pada bagian belakang langit-langit rongga mulut.

Penyebab Dan Gejala Kanker Nasofaring

Virus Epstein Barr (EBV) diketahui juga merupakan salah satu penyebab penyakit ini. Selain itu, penyakit ini juga diturunkan secara genetik. Dan banyak ditemukan pada penduduk di Asia, terutama mereka yang berasal dari ras mongoloid. Pada orang-orang dari ras kulit putih jarang ditemui terkena kanker jenis ini. Meski hingga saat ini belum diketahui dengan jelas bagaimana kanker jenis berkembang, tetapi peyebarannya dapat menyerang  bagian tubuh yang lain seperti : otak, telinga, leher, dan mata. Mayoritas laki-laki memiliki resiko tinggi terkena penyakit kanker nasofaring. Pada umumnya, gejala yang timbul sebagai identifikasi penyakit ini seperti, telinga berdengung dan terasa penuh. Gejala ini biasanya tidak disertai rasa sakit hingga lama kelamaan pendengaran terganggu. Timbul mimisan dan hal ini berulang-ulang. Mengalami pilek dan hidung tersumbat. Hingga bila penyakit ini sudah pada tahap akut, akan terjadi pembesaran getah bening di leher. Penglihatan ganda, bahkan mata tampak menonjol keluar. Mata mengalami juling. Kepala juga sakit, terasa nyeri.

Kanker Nasofaring

Pencegahan Dan Pengobatan

Sebelum ada tindakan lanjut sebagai pengobatan kanker nasofaring, bila diketahui ada gejala awal yang timbul, segera periksa ke dokter THT. Tindakan pencegahan sedini mungkin akan banyak menolong penderita penyakit kanker nasofaring. Dan kemungkinan untuk sembuh lebih besar jika ditemukan gejala penyakit ini pada tahap awal. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan CT Scan, nasofaringoskopi, rhinoskopi anterior dan posterior, biopsi dan pemeriksaan histopatologi. Radioterapi dan kemoterapi merupakan upaya pengobatan kanker ini.


Sebagai upaya pencegahan penyakit ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan, seperti : menciptakan lingkungan hidup di sekeliling kita, termasuk lingkungan kerja yang sehat. Di dalam ruangan, usahakan agar sirkulasi pertukaran udara lancar. Hindari juga berbagai polusi yang terkait dengan gas, seperti polusi udara, sap industri, kontak dengan gas hasil zat-zat kimia, asap rokok dan asap kayu, asap minyak tanah serta beragam polusi lain yang berakibat aktifnya virus Epstein bar. Selain itu hindari juga konsumsi makanan yang bersifat merangsang selaput lendir, seperti makanan yang pedas, makanan yang panas dan diawetkan dan asin. Upaya pencegahan akan menolong mencegah penyakit kanker nasofaring.
Previous
Next Post »